Kamis, 16 Februari 2012

Rasa Wanita Anugerah Pencipta

Jika anugerah itu membahagiakan
Maka cinta yang [katanya] merupakan anugerah dariNYA
Seharusnya juga membahagiakan

Namun adakalanya
Ada yang merasa tak bahagia dengan cinta
Atau janganlah terlalu dini menyebutnya cinta
Mari kita sebut saja sebuah rasa
Rasa yang berbeda
Yang [lagi-lagi katanya] menggetarkan jiwa

Aha
Mungkin memang belum saatnya
Rasa itu ada
Hingga diri merasa nista dengan rasa
Atau jangan-jangan rasa yang ada
Didominasi oleh nafsu sebagai manusia

Jika itu permasalahannya
Maka titipkanlah rasa pada SANG PENGUASA
Biarkan ia yang belum saatnya, bersamaNYA
Biarkan waktu yang kan menjawabnya
Hingga Dia mengembalikan rasa itu jika saatnya tiba

Wanita.. Wanita..
Selalu saja
Bermain dengan rasa
Maka mendekatlah padaNYA
Agar rasa yang belum saatnya
Tetap terjaga
Agar rasa yang ada
Tak membuat hati kecewa
Agar rasa yang dirasa
Tak membuat jauh dariNYA

Biarkanlah diri merasa nista dengan rasa
Jika ternyata nafsu telah menunggangi ia yang belum saatnya
Hingga akhirnya membuat diri menangis pilu karenanya
Menangis karena menyadari bahwa dirinya masih rapuh ternyata
Masih perlu belajar bagaimana mengelola rasa yang belum saatnya

Ya Rabbana
Hamba titipkan rasa yang belum saatnya
Agar ia tetap suci terjaga
Hingga waktunya tiba

Selasa, 14 Februari 2012

Menipiskan Bulu Alis, Memanjangkan Kuku Dan Memakai Kutek, Bolehkah?



TANYA:

1) Bagaimanakah hukum menipiskan bulu alis yang tumbuh lebat?
2) Bagaimanakah hukum memanjangkan kuku serta meletakkan cutek di atasnya? Saya biasanya berwudhu dulu sebelum memakai cutek dan membiarkan selama 24 jam sebelum akhirnya saya hapuskan.
3) Bolehkan bagi seorang wanita muslimah memakai pakain yang menutupi tubuhnya, tanpa memakai kain penutup muka (cadar) ketika keluar rumah (bepergian)?


JAWAB:

Apakah Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Mencakup Segala Hal?



TANYA:

Sebagian orang beranggapan bahwa berbakti kepada kedua orang tua adalah dalam segala hal. Kami mohon perkenan Syaikh un-tuk menjelaskan batasan-batasan berbakti kepada kedua orang tua.

JAWAB:

Senin, 13 Februari 2012

Hukum Sinetron


Segala puji semata-mata ditunjukkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala . Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada orang yang tidak ada lagi Nabi sesudahnya. 

Amma ba’du :

Melihat banyaknya laporan dan permintaan fatwa yang ditunjukkan kepada komite penelitian Ilmiah dan Fatwa berkenaan dengan masalah sinetron yang telah beredar selama kurang lebih enam tahun lamanya, sejak tahun 1416 H. hingga tahun 1421 H.yang memunculkan berbagai macam kotroversi di dalam masyarakat karena bertentangan dengan syariat, norma-norma dan moralitas, di mana secara garis besar menurut pandangan umum (publik), sinetron seperti yang disebutkan di atas adalah sebagai berikut:

HUKUM PERGI KEPADA DUKUN DAN SEJENISNYA UNTUK MEMPEROLEH KESEMBUHAN DAN MEMPERCAYAI MEREKA


Pertanyaan:
Pembaca berinisial F.A.A. dari Riyadh mengirimkan surat kepada kami. Dalam surat itu dia mengatakan, "Ayahku sakit jiwa dan penyakit tersebut sudah berlangsung lama. Selama itu pula berkali-kali datang ke rumah sakit. Tetapi sebagian kerabat mengisyaratkan kepada kami agar pergi kepada seorang wanita. Kata mereka, wanita ini mengetahui penyembuhan untuk penyakit-penyakit demikian. Kata mereka, "Berikan nama saja kepadanya, dan ia akan memberitahukan kepada kalian tentang apa yang dideritanya dan memberikan obat untuknya." Apakah kami boleh pergi kepada wanita ini? Berilah fatwa kepada kami, terima kasih.

Jawaban:

Sifat Mandi Junub dan Perbedaan dengan Mandi Haidh


Tanya :

Al-Lajnah Ad-Da'imah lil Ifta' ditanya: Apakah ada perbedaan antara mandi junub seorang pria dengan mandi junub seorang wanita? Dan apakah seorang wanita harus melepas ikatan rambutnya atau cukup baginya menuangkan air di atas kepalanya tiga kali tuang berdasarkan suatu hadits? Apa bedanya antara mandi junub dengan mandi haidh?

Jawab :

Minggu, 05 Februari 2012

Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”

Bismillaahirrahmaanirrahiim,

Setelah beberapa bulan lamanya aku enggan mengisi blog ini. Sekarang aku mencoba menyemangati diri untuk mulai menulis lagi walaupun apa yang kutulis ini bukan hasil dari karyaku sendiri. Semoga Allah memberkahi orang-orang yang telah aku copy karyanya. Aamiin..^_^


Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab…

Bumi menjawab:
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”