Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 Juli 2014

Keutamaan dan Motivasi Membaca Alquran di Bulan Ramadhan


Bulan Ramadhan adalah bulan Alquran, maka dari itu hendaknya seorang muslim memberikan porsi perhatian yang lebih terhadap Alquran di bulan ini. Mengenai keutamaan membaca Alquran Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Faathir: 29-30)

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin menjelaskan bahwa membaca kitab Allah ada dua macam:

Pertama, membaca hukmiyyah, yakni membenarkan berita-berita yang ada dan melaksanakan hukumnya dengan menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

Kedua, membaca lafzhiyyah, yakni membaca lafaznya. Telah datang nash-nash yang cukup banyak menerangkan tentang keutamaannya, baik membaca secara umum isi Alquran, surat tertentu maupun ayat tertentu (lih. Majaalis Syahri Ramadhan, tentang Fadhlu tilaawatil Qur’aan).

Keutamaan Membaca Alquran

Berikut ini akan kami sebutkan keutamaan membaca Alquran:

Selasa, 05 Februari 2013

10 perkara yang sia-sia:

(1) ilmu yang tidak diamalkan,
(2) amal yang tidak ikhlas,
(3) harta yang tidak disedekahkan,
(4) hati yang kosong,
(5) badan yang malas,
(6) cinta yang bertepuk sebelah tangan,
(7) waktu yang dilewatkan,
(8) memikirkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya,
(9) berkhidmat untuk sesuatu yang tidak mendekatkan dirimu pada Allah,
(10) takut terhadap sesuatu yang tidak bisa memberi mudharat dan manfaat kepadamu.

@almonajjid - Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, pengasuh web IslamQA
Sumber : http://twitulama.com/

Rabu, 05 Desember 2012

12 Amalan Untuk Meraih Derajat Syahid



Dari Anas bin Malik, Rasulullah berkata,

“Pada hari qiyamah kelak akan didatangkan kepada Allah seorang dari penghuni surga. Kemudian  Allah bertanya, “Wahai anak Adam, bagaimana kedudukan yang engkau dapatkan?” Ia menjawab, “Wahai Rabbku ini adalah kedudukan yang terbaik.” Allah Ta’ala berfirman (padanya), “Mintalah dan berharaplah.” Ia menjawab, “Wahai Rabbku, saya tidak akan meminta dan berharap kecuali saya ingin dikembalikan ke dunia agar saya terbunuh di jalan-Mu sepuluh kali lagi.” Hal itu karena ia melihat keutamaan orang yang mati syahid.”

[Shahih: Shahih Muslim no. 1877; Sunan An-Nasa`i no. 3160]

Anda merasakan getaran yang kuat dari perkataan salah seorang penghuni surga di dalam hadits ini? Anda merasakan nuansa kegembiraan atas apa yang diterimanya di surga setelah ia wafat dalam keadaan syahid? Anda merasakan isyarat akan betapa besarnya kebahagiaan yang akan diterima oleh orang yang mati syahid? Semoga Allah menjadikan qalbu Anda merasakannya. Jika belum juga, maka bacalah hadits berikut ini dengan penuh penghayatan dan cinta. Anda akan merasakan keagungan nikmat yang diterima oleh orang yang mati syahid.

Nu’aim bin Hammar menceritakan bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah,
“Siapakah syuhada` yang paling utama?” Rasululah  menjawab, “Yaitu orang-orang yang berada di barisan (perang) yang tidak melarikan diri sampai mereka terbunuh. Mereka adalah orang-orang yang akan menghuni ruangan tertinggi di surga dan Rabb mereka akan tertawa kepada mereka. Apabila Rabbmu telah tertawa kepada seorang hamba di dunia, maka ia tidak akan dihisab.”

[Shahih: Shahih Al-Jami’ no. 1107]

Anda sudah merasakannya wahai saudaraku? Ya, bersyukurlah kepada Allah atas nikmat itu. Saya melihat wajah Anda tersenyum bahagia membaca hadits di atas dan qalbu Anda penuh dengan optimism. Benarkah demikian saudaraku? Baiklah, saya sudah merasakan besarnya semangat Anda dan keingintahuan Anda tentang cara meraih derajat syahid. Berikut ini saya paparkan amal-amal yang bisa mengantarkan kita kepada derajat syahid, tanpa kita terjun ke medan jihad fi sabilillah lantas wafat di sana. Anda sudah siap mengetahui amal-amal tersebut? Mari kita kaji.